Radar Cianjur »
Nasional
»
BKN Blokir Data 57 Ribu PNS Misterius
BKN Blokir Data 57 Ribu PNS Misterius
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 22 April 2016 |
Nasional
JAKARTA-Tidak ingin berlama-lama, Badan
Kepegawaian Negara (BKN) langsung memblokir data 57.724 PNS misterius.
Pasalnya, negara tetap membayarkan gaji 57 ribuan PNS yang tidak jelas ini.
"Kalau ditanya dampak dari keberadaan
PNS misterius ini ya jelas negara dirugikan karena selama ini kan gajinya
jalan terus. Dulu saat PUPNS dilakukan juga ada ribuan PNS fiktif dan ini
terulang lagi di e-PUPNS 2015/2016," ungkap Kepala BKN Bima Haria
Wibisana, Kamis (21/4).
Mantan pejabat di Bappenas ini
menambahkan, begitu mendapatkan data e-PUPNS, pihaknya langsung ambil tindakan
terhadap 57.724 PNS misterius tersebut.
"Saat ini kami sedang melakukan
investigasi keberadaan 57.724 PNS misterius. Sembari menunggu hasil
investigasi, data mereka sudah kami kunci sehingga tidak ada lagi aliran dana
(gaji serta tunjangan) kepada yang bersangkutan," bebernya.
Populer
-
CIANJUR- Bingung cari jasa perjalanan?, Cianjur Travel di Jalan KH Abdullah Bin Nuh Cianjur solusinya. Selain menyediakan tiket pesawa...
-
CIANJUR-Tiga siswa SMAN 1 Cianjur berhasil mendapatkan nilai ujian nasional tertinggi. Ketiga siswa itu diantaranya, Muhammad Audie (1...
-
JAKARTA - Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mendeklarasikan diri menolak turnamen-turnamen yang digelar. Mereka yang me...
-
HAURWANGI- Yayasan Agenda Hijau Indonesia (YAHI) Kabupaten Cianjur, mewakili kelompok tani desa di Kecamatan Haurwangi turut soroti Program...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
CIANJUR– Rabu (20/4) kemarin, sedikitnya 55 peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkaitan dengan penyelenggaraa...
-
CIANJUR-Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengatur kebijakan baru terkait biaya pernikahan sejak beberapa ...
-
Ahmad Muzani JAKARTA-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi member...

Tidak ada komentar: