Dari Tangan Dinginya Banyak Lahirkan Para Juara



 
SENI:Sosok musisi dan penyanyi Wida S Zeth yang tidak pernah kehilangan semangat untuk melatih dan melahirkan bibit-bibit baru dalam bidang yang ditekuninya di Cianjur.


Mengenal Lebih Dekat Perempuan Berprestasi Asal Cianjur

DI kota kecil Cianjur, bisa dihitung dengan jari orang-orang yang mengenal sosok Wida S Zeth (45). Dari tangan dinginnya telah lahir belasan orang berprestasi yang banyak membawa nama besar Cianjur di luar daerah, bahkan hingga ke tingkat nasional.

Laporan: Aria Somantri, Cianjur

BERTEMU dengan Wida yang kelahiran Cianjur, mungkin sedikit yang akan beranggapan bahwa dia adalah seorang perempuan yang berasal dari kota ini. Dialek dan gaya bicaranya lebih seperti orang yang berasal dari luar daerah, dan itu dikarenakan ia lebih banyak berkegiatan dan mengukir prestasi di luar kota Cianjur dan melatih banyak bibit musisi dan penyanyi di berbagai kota di Indonesia.

Dari Cianjur, tak sedikit murid Wida yang muncul sebagai musisi dan penyanyi berkualitas, yang kemudian berkiprah hingga ke tingkat nasional, selain di kancah profesional, juga pada ajang-ajang lomba populer seperti Akademi Fantasi, Idola Cilik, Indonesian Idol, D’Academy, dan lainnya. Namun, hingga perbincangannya dengan Radar Cianjur, Wida lebih banyak dikenal di Bali daripada di tanah kelahirannya.

“Bukan tidak mencintai dan bukan tidak berniat membesarkan tempat ini. Tetapi bidang kesenian di Cianjur tidak pernah menjadi bidang yang benar-benar mendapat tempat, kecuali sebagai bagian dari hiburan dan komoditi yang dijual untuk pariwisata,” ungkapnya.

Wida juga menyampaikan bahwa kualitas seniman dan kesenian di Cianjur seperti lepas dari perhatian semua orang, kecuali apabila salahseorang seniman berhasil mengukir prestasi hingga ke tingkat yang lebih tinggi di luar Cianjur.

“Pasti dengan tiba-tiba akan diklaim sebagai wakil Cianjur. Lalu selama ini kemana saja? Ketika mereka masih butuh pendidikan dan pelatihan, pernah atau tidak memberi perhatian? Bagi saya dan kawan-kawan seniman lain, ini jelas mengecewakan,” keluhnya.

Ketidakhadirannya dalam jangka waktu lumayan lama di Cianjur juga dikarenakan tidak adanya ruang ekspresi kesenian yang representatif di Cianjur yang bisa dijadikan tempat untuk para musisi dan penyanyi tampil menunjukkan hasil karya mereka. Dan menurutnya, keterbatasan ini seperti sengaja dibiarkan.

“Mau tampil dimana di Cianjur? Apresiatornya siapa? Beberapa kawan dari kota lain yang biasa menggelar tour kesenian keliling sudah lama hanya menjadikan Cianjur sebagai tempat lewat yang tidak tercatat dalam agenda penampilan mereka, karena kita tidak punya gedung pertunjukan yang memadai,” lanjutnya.

Namun dalam keadaan serba terbatas itu, Wida tidak pernah patah semangat dan tak henti melakukan kegiatan-kegiatannya, terutama mencari, melatih, dan memunculkan bibit-bibit baru yang berkualitas di bidang musik dan seni suara dari Cianjur.

“Alhamdulillah sudah banyak murid saya yang berhasil tampil dengan prestasi yang membanggakan. Diakui atau tidak oleh Cianjur, mereka tetap berasal dari Cianjur. Kalau nanti mereka menjadi lebih besar dan memilih untuk tidak tinggal lagi di kota ini karena keterbatasan ruang dan sarana, tentu bukan salah mereka. Bagi saya, besar dimanapun mereka, tetap menjadi kebanggaan,” kata Wida.

Selain sibuk dengan menerima para murid yang datang belajar ke rumahnya, Wida juga setiap harinya tak pernah kosong dengan kegiatan mengajar dan melatih di tempat-tempat lain dengan mendatangi murid-muridnya di rumah mereka, untuk memberikan pelatihan secara privat.

“Saya juga mengajar anak-anak difabel, yang banyak dari mereka ternyata memiliki potensi luar biasa,” kata Wida lagi. Ia menceritakan bahwa para penyandang difabel yang ia latih memiliki kekurangan masing-masing, akan tetapi memiliki kelebihan yang luar biasa di sisi lainnya, yang tidak dimiliki oleh orang-orang normal.

“Ada murid saya yang tidak bisa melihat, tapi berhasil saya latih menjadi pemain piano yang handal. Beberapa menjadi gitaris yang baik. Bahkan yang tidak bisa mendengar dan bicara bisa hadir sebagai seorang musisi berkualitas,” katanya dengan bangga.

Meski tetap mengeluhkan kurangnya sarana dan perhatian yang tersedia untuk lahan berkespresi para musisi dan penyanyi di Cianjur, Wida menyatakan tetap berkeinginan untuk terus eksis dalam bidang ini dan melihat murid-muridnya hadir sebagai bakat-bakat baru yang diperhitungkan.

“Kesampingkan dulu mereka yang memang punya fisik normal dan berasal dari keluarga yang mampu. Mimpi terbesar saya sekarang adalah bisa menggelar sebuah konser karya, dengan menampilkan para penyandang difabel yang telah saya latih dari nol hingga memiliki kemampuan yang luar biasa. Apabila tidak ada yang bersedia memberikan perhatian dan ikut membantu, itu tidak akan menghentikan semangat saya untuk terus membesarkan mereka,” tutupnya.(**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top