Gepeng-Anjal bakal Ditertibkan



CIANJUR- Permasalahan klasik namun tak ingin tinggal diam, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur pun akhirnya turun ke jalan untuk melakukan pendataan keberadaan gelandangan, pengemis (gepeng) dan anak jalanan (anjal) yang berada di Kota Cianjur.
Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, Sumitra memaparkan, tujuan pendataan yaitu untuk mengetahui asal muasal dan kondisi gepeng yang ada di Cianjur. Artinya, gepeng tak semata-mata otomatis berada di Cianjur tanpa sebab yang jelas khususnya di Kota Cianjur. Namun, pendataan yang kemarin dilakukan tak hanya di Kota Cianjur saja namun juga hingga ke Cipanas.  “Kita harus tahu darimana dia (gepeng, red) berasal. Dan di sini (Cianjur, red) tinggal dan melakukan apa?,” ujarnya kepada Radar Cianjur. Kemarin, Senin (4/4), pihaknya melakukan pendataan kepada sejumlah gepeng yang berada di luar batas kompleks pemerintah Kabupaten (pemkab) Cianjur.
Dengan nada lembut berbalut ketegasan, Sumitra pun berbincang dengan gepeng yang ada di Jalan Siti Jenab. Bahkan, tak sedikit gepeng yang diketahui berasal dari luar kabupaten Cianjur. Sebut saja dari sejumlah daerah tetangga seperti Sukabumi dan Bogor. “Bahkan ada yang dari Jakarta juga dan masih muda,” ungkapnya didampingi Kabid Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, Dindin Amaludin.
Melalui data yang diperoleh, pihaknya mampu memberikan solusi dan jalan keluar bagi gepeng agar memiliki kehidupan yang lebih layak. Namun, kembali pada permasalahan klasik, sejumlah gepeng justru enggan menerima pelatihan yang disediakan pemkab Cianjur.
Pasalnya, pelatihan dan kerajinan serta keterampilan yang diberikan dinilai gepeng tak sesuai dengan penghasilan mereka saat masih berstatus gepeng. “Mereka (gepeng, red) lebih suka di jalan penghasilannya lebih besar dibandingkan di dalam balai atau tempat pelatihan keterampilan,” ungkap Sumitra.
Namun, ia mengaku, pihaknya kaan melakukan terus secara rutin pendataan untuk mengetahui jumlah pasti gepeng yang ada di Cianjur. Bagaimana dengan penertibannya? Kadis pun mengaku, belum dapat memberikan waktu pelaksanaan secara pasti. Namun, ia pun akan melakukan kordinasi dengan Satpol PP Cianjur untuk segera melakukan penertiban.“Sebetulnya siklus gepeng dan anjal di Cianjur cenderung fluktuatif, naik turun, tidak bisa ditentukan dengan pasti. Bisa dilihat, sekarang ini cenderung menurun, tidak banyak yang terjaring razia,” kata Sumitra.
Sumitra menambahkan, razia ini diharapkan semakin menyadarkan seluruh pihak, terutama para orang tua, bahwa pendampingan keluarga terhadap itu sangat penting. Bagi anjal yang diketahui tidak memiliki orang tua, maka mereka akan diarahkan ke panti.“Nantinya mereka akan diarahkan sesuai kemampuan dan usia mereka. Oleh karena itu, saat kita tertibkan, jangan takut. Kita akan bina agar gepeng dan anjal ini bisa diberdayakan, serta mandiri secara ekonomi,” pungkas Sumitra. (yaz/lan)   


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top