Kampus STAI Al-Azhary Dikelilingi PSK




CIANJUR– Keberadaan pekerja seks komersial di sekitar kampus STAI Al-Azhary dianggap kian meresahkan warga sekitar lantaran membuat tempat tinggal warga tidak kondusif dengan contoh dan perilaku yang kurang baik sehingga mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.
Salah seorang Mahasiswa STAI Al-Azhary, Muhammad Idris mengeluhkan maraknya pekerja seks yang berada di sekitaran kampus Al–Azhary yang berdampak pada lingkungan pendidikan. Setiap harinya siswa dan warga melihat contoh dan perilaku yang kurang baik seperti berpakaian di atas lutut dan lain–lain.
“Kos–kosan yang berada di lingkungan tersebut menjadi lumbung para pekerja seks komersial, memang mereka tidak melakukan pekerjaan hina di sana namun menjadi pemasok dan pemuas para lelaki hidung belang di luar kos–kosan biasa mereka dijemput,” ujarnya kepada Radar Cianjur.
Ditambahkannya, selain itu keberadaannya tidak hanya di lingkungan pendidikan saja namun juga berdekatan dengan masjid tempat solat warga sekitar dan para pelajar. “Yang menjadi ketakutan adalah para pekerja seks dan para lelaki hidung belang melakukan transaksi di pinggiran masjid STAI Al–Azhary Cianjur,” terangnya.
Sementara itu, Mantan Wakil Ketua Dua Bidang Advokasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur, Asep Supriatna menjelaskan, persoalan prostitusi tak lepas dari rendahnya pendapatan ekonomi masyarakat, sehingga mereka berani melakukan perbuatan seperti itu.
“Makanya pemerintah mesti melakukan pengawasan ekstra ke tempat-tempat yang dianggap menjadi lumbung para PSK, sehingga populasinya bisa hilang dan tidak ada kembali,” ujarnya.(msp)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top