Labil, Harga Bawang Merah Meroket




CIANJUR- Harga bawang merah yang tak stabil dan terus melonjak pekan ini dinilai merugikan para pedagang yang ada di Cianjur. Seperti yang dialami oleh seorang pedagang bawang merah di Pasar Induk Pasirhayam Engan (45) mengaku, terpaksa harus menaikan harga bawang merah untuk mengikuti harga pasar.
Kenaikan harga bawang merah mencapai lebih dari 30 persen. Kenaikan ini terjadi dalam sepekan terakhir bahkan hingga setiap tiga hari tiga hari. Harga bawang merah yang asalnya dijual dengan harga Rp 36 ribu per kilogram (/kg), kini harganya tidak stabil berubah menjadi Rp 40 ribu/kg, ungkapnya.
Menurutnya, kenaikan harga bawang merah ini terus terjadi bahkan belum pernah mengalami turun harga. Selain itu pedagang lainnya di lokasi yang sama, Ela (38) menjelaskan, tidak stabilnya harga bukan hanya terjadi pada bawang merah saja. Namun juga pada tomat dan daun bawang.
"Kenaikan harga bawang merah, tomat dan bawang daun ini cukup melonjak sekarang. Kita sebagai penjual ya mengikuti harga aja. Walaupun suka sedikit kasihan ke yang suka membeli," terang Ela.
Kenaikan harga yang melonjak tersebut menurut Ela, dikarenakan stok yang sedang kosong. Ditambah lagi, kini produk bawang merah dari luar dihentikan. "Faktor lainnya yang menyebabkan harga semua ini naik, akibat cuaca yang buruk dan timbunan. Sehingga bawang merah dan tomat cepat busuk," jelasnya.
Kini, harga untuk buah tomat dari harga asal Rp 8 ribu hingga Rp10 ribu/kg, kini menjadi Rp15 ribu/kg. "Sedangkan bawang daun mencapai kenaikan harga seratus persen asalnya 10 ribu menjadi 20 ribu per kilogram. Namun harga bawang putih dan cabai merah menurun," tandas Ela. (cr2)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top