Radar Cianjur »
Cipanas
»
Kondisi Jalan di Kampung Kadubandeng Beralas Lumpur Buka Alas Kaki, Cegah Terpeleset
Kondisi Jalan di Kampung Kadubandeng Beralas Lumpur Buka Alas Kaki, Cegah Terpeleset
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 21 April 2016 |
Cipanas
LICIN: Seorang anak
kecil di Kampung Kadubandeng, Desa Sukaresmi, terpaksa mengangkat alas kaki
saat berjalan di atas jalan penuh dnegan lumpur dan licin.
|
Kehidupan warga Kampung Kadubandeng, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, saat
musim hujan penuh perjuangan. Mereka terpaksa harus menjalani aktivitas
sehari-hari dengan berjalan kaki hingga lebih dari 1 kilometer untuk mencapai
ke jalur yang bisa dilintasi kendaraan.
LAPORAN : Farhaan Muhammad Ridwan
Kampung
Kadubandeng, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi merupakan salah satu daerah
yang jauh dari pusat perkotaan. Kondisi jalan yang masih bertanah dan sulit
dilintasi kendaraan roda dua memaksa
warga harus berjalan kaki dengan medan menanjak dan menurun.
"Apalagi kalau
hujan besar seperti ini kami harus berjalan kaki tanpa alas kaki karena jalan
tertimbun lumpur dan licin," kata Zaenab (17) salah seorang warga Kampung
Kadubandeng.
Zaenab dan warga lainnya terpaksa harus rela melepas alas kaki dan kotor, karena badan jalan penuh dengan lumpur.
"Motor tidak bisa masuk kesini,
apalagi disini harus melintasi perbukitan yang sulit dijangkau kendaraann"
terangnya.
Dengan kondisi
seperti ia terpaksa harus berangkat sekolah lebih pagi. Lantaran jarak dari
rumahnya ke sekolah sangatlah jauh.
"Tetapi ini tidak memutuskan niat saya
untuk tetap bersekolah," ujar Zaenab.
Mintarsih (46)
warga lainnya mengaku, Kampung Kadubandeng berada di perbukitan sehingga
keberadaannya cukup terancam longsor, sehingga harus selalu meningkatkan
kewaspadaan terutama saat diguyur hujan deras.
"Bagi saya
jalan kaki dengan jarak jauh sudah biasa, dan kondisi ini merupakan resiko
karena tinggal di pelosok desa," jelasnya.
Diakuinya,
menikmati dan mensyukuri kondisi yang ada merupakan sebuah pilihan, karena
kalaupun dijalani dengan rasa mengeluh dan tak bersyukur, akan berat.
"Alhamdulilah walaupun saya tinggal di kampung tetapi masih bisa makan dan
minum, ini merupakan kenikmatan yang tak ternilai bagi saya dan keluarga,"
akunya.(*)
Populer
-
JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan tidak akan berhenti pada Doddy Aryanto Supeno, sang perantara suap dari sebuah perusaha...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
JAKARTA-Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Anas Urbaningrum membantah pernah memerintahkan mantan Bendum partainya, M Nazaruddi...
-
CIPANAS- Pimpinan Muslim Enterpreneur Academy (MEA) Yedi Jupriadi menilai daerah Cianjur saat ini sulit untuk maju, baik dalam segi ekono...
-
CIANJUR- Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sugih Mukti (Ayat Suci), Cianjur Institute dan Himpunan Mahasiswa Tjia...
-
GEKBRONG – Menidaklanjuti hasil sosialisasi tentang Televisi ( TV ) Desa yang dilaksanakan di Markas K omado Distrik Mili...
-
KREATIF: Siswa SMA Cikalongkulon tampilkan pakaian dari hasil limbah yang diolah, saat perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-71. CIKALO...
-
JAKARTA - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) meluncurkan versi low MPV terbarunya, Ertiga Diesel Hybrid. Peluncuran dilakukan di U-Thai Re...

Tidak ada komentar: