Radar Cianjur »
Nasional
»
Para Ulama Terdepan Hadapi Komunis
Para Ulama Terdepan Hadapi Komunis
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 05 April 2016 |
Nasional
LOMBOK-Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmanyo menyampaikan tentang sistem
pertahanan rakyat semesta menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Karena itu,
Panglima TNI saat peringatan HUT TNI menyampaikan bahwa TNI hanya bisa kuat dan
profesional apabila bersama-sama dengan rakyat, dan pimpinan rakyat adalah para
ulama.“Inilah yang harus sama-sama kita pelihara terus sehingga Soko Guru perjuangan
kemerdekaan kita (Ulama, red) yang telah berjuang bersama-sama dan kemudian
bisa memelihara kemerdekaan hingga saat ini, termasuk penumpasan G 30 S/PKI
pada waktu itu adalah para Ulama yang paling depan,” ujar Panglima TNI Jenderal
TNI Gatot Nurmantyo saat menghadiri Haul Syeikh Abdul Qadir Jaelani di Pondok
Pesantren Qamarul Huda Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat,
Sabtu (2/4).
Lebih lanjut, Panglima TNI mengajak untuk tetap tetap waspada terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang dapat memecah belah umat, munculnya aliran-aliran sesat, aksi terorisme dan radikalisme yang dapat merusak citra agama Islam.
Menurutnya, Pondok Pesantren mempunyai makna yang luar biasa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga mengajak untuk bersama-sama mengembangkan komunikasi sesama sosial dengan selalu menebarkan salam, jalin silaturahim, persaudaraan, saling menasehati, berbuat kebajikan dan mencegah kemungkaran.
Panglima TNI juga mengharapkan kebersamaan dan berjuang bersama-sama untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Tanpa kebersamaan dengan Ulama, tidak mungkin saya bisa menjaga dan melaksanakan tugas tersebut,” katanya seperti siaran pers Puspen TNI.(fri/jpnn)
Lebih lanjut, Panglima TNI mengajak untuk tetap tetap waspada terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang dapat memecah belah umat, munculnya aliran-aliran sesat, aksi terorisme dan radikalisme yang dapat merusak citra agama Islam.
Menurutnya, Pondok Pesantren mempunyai makna yang luar biasa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga mengajak untuk bersama-sama mengembangkan komunikasi sesama sosial dengan selalu menebarkan salam, jalin silaturahim, persaudaraan, saling menasehati, berbuat kebajikan dan mencegah kemungkaran.
Panglima TNI juga mengharapkan kebersamaan dan berjuang bersama-sama untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Tanpa kebersamaan dengan Ulama, tidak mungkin saya bisa menjaga dan melaksanakan tugas tersebut,” katanya seperti siaran pers Puspen TNI.(fri/jpnn)
Populer
-
Abdulatif BEBERAPA wilayah di Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi Pilkada serentak, tepatnya hari Rabu pada tanggal 27 Ju...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
SAMBUTAN: Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar berikan sambutan dalam workshop mamaos DKC di Taman Pancaniti Cianjur. FOTO : DENI ABDUL ...
-
SETELAH meraih peringkat ketiga di Piala Presiden 2017, Persib Bandung mulai merancang agenda lanjutan untuk mengisi kekosongan jelang tam...
-
PELAYANAN persampahan kebersihan dipungut retribusi atas pelayanan pengelolaan di daerah. Retribusi dikenakan kepada kepala keluarga ata...
-
Warga Cibiuk Tolak Pabrik CIRANJANG – Warga Kampung Andir RT01/09, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang , mengeluhkan proses pelaksana...
-
CIANJUR-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur membatasi dana kampanye masing-masing pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil b...
-
GEKBRONG – Dibalik jabatannya sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Muhammad Ahmad Jalal...


Tidak ada komentar: