Tarif Angkot Turun 100 Rupiah


CIANJUR-Terhitung mulai hari ini, Jumat (1/4), pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebesar Rp500 per liter dari Rp6.950 menjadi Rp6.450/liter.
Demikian juga dengan BBM jenis solar yang turun Rp500 per liter, dari sebelumnya Rp5.650 menjadi Rp5.150. Sementara harga minyak tanah tetap sama. Pemerintah juga memastikan harga ini akan bertahan, tidak akan mengalami kenaikan sampai September 2016 mendatang.
Manager Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) Cianjur Kota, Deppy Mulyadi membenarkan hal tersebut. Pihaknya mengaku sudah memperoleh informasi dari pusat terkait penurunan harga BBM untuk jenis premium dan solar. Namun ternyata, Cianjur yang masuk zona tiga, tidak mengalami penurunan harga sebesar Rp500, melainkan Rp400 per liternya.
"Dengan ini kami informasikan secara langsung bahwa per 1 April 2016 pukul 00.00 WIB, harga BBM jenis premium turun menjadi Rp6.550 per liter dan solar menjadi Rp5.150 per liter. Setiap zona mengalami penurunan harga yang berbeda,” terang Deppy, kemarin.
Salah satu bidang yang paling sering disoroti adalah transportasi publik seperti angkutan kota (angkot). Jika BBM mengalami kenaikan harga, sudah pasti sejumlah angkot akan menaikan tarif. Tapi saat harga BBM turun ongkos tetap saja.
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Cianjur melalui Kabid Angkutan Umum, Afif Darmawan menjelaskan, pihaknya tetap mengikuti segala kebijakan pemerintah pusat, seperti menurunkan tarif angkot sebesar tiga persen. Jika sebelumnya tarif angkot sebesar Rp3.000, maka setelah dikurangi tiga persen dan angkanya dibulatkan, maka jadi sebesar Rp2.900. "Ini hasil keputusan dari pusat, jadi kami hanya mengikuti aturan dan menjalankan apa yang dibuat,” kata Afif.
Kendati demikian, hingga kini Afif mengaku belum membuat surat edaran yang berisi penurunan tarif tersebut yang harus dipatuhi para sopir angkot. “Sudah pasti kebijakan ini akan membawa pengaruh terhadap muatan sopir angkot,” timpalnya.
Ade Ibox (48) salah seorang sopir angkot 09 jurusan Bojongmeron-Cimuti mengaku, sudah mengetahui wacana akan diturunkannya harga BBM sejak beberapa hari terakhir. Ia lebih memilih untuk menaati aturan yang berlaku, meski harga sejumlah onderdil untuk perawatan mobilnya tidak turun harga.
“Ya kalau kita sebagai sopir angkot, ikutin aturan aja. Kalau ongkos turun ya turun, tidak apa-apa kalau kita mah. Kalau penumpang kasih Rp3.000 seperti biasanya saya terima, kalau sesuai aturan dan butuh kembalian saya kasih,” kata Ade.
Selain sopir angkot, pengendara roda dua nampaknya menjadi salah satu pihak yang diuntungkan dari penurunan harga BBM tersebut. Seperti misalnya Budi (51), warga asal Jalan Siliwangi, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur. Budi diuntungkan lantaran ia mampu memperoleh BBM lebih banyak saat melakukan pengisian, ketimbang sebelumnya. “Kalau biasanya isi bensin premium Rp20 ribu dapat tiga liter kurang, sekarang bisa jadi tiga liter lebih dong,” ungkap Budi tersenyum.
Berkat hal tersebut, Budi juga diuntungkan karena mampu mengendarai sepeda motornya dengan jarak tempuh yang cukup panjang. Jika sebelumnya Budi biasa mengisi bensin Rp10 ribu untuk jarak tempuh 11 kilometer, kini jarak tempuh bisa mencapai 13 kilometer.
“Tapi yang saya heran, kalau harga BBM naik harga sembako ikut naik, tapi kalau harga BBM turun, kenapa harga sembako gak ikut turun ya,” tambah Budi keheranan.(lan/cr2)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top