Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Panitia Pilkades Kritisi BPMPD Cianjur
Panitia Pilkades Kritisi BPMPD Cianjur
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 01 April 2016 |
Cianjur Raya
HAURWANGI – Panitia Pemilihan Kepala Desa
(Pilkades) Kertasari, Kecamatan
Haurwangi, bersama
dengan 3 desa lainnya yang
akan ikut pada
kegiatan Pilkades serentak
beberapa waktu mendatang, menyoroti belum adanya persiapan yang
dilakukan oleh Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Cianjur untuk menghadapi perhelatan
ini. Hal tersebut diungkapkan kepada Radar Cianjur pada hari Kamis (31/03)
kemarin.
Ketua Panitia Pilkades Kertasari, Mahram Saepudin, menilai bahwa hingga saat ini masih belum
ada kesiapan untuk penyelenggaraan tahapan-tahapan Pilkades di tingkat Kabupaten. Kondisi ini
bisa dilihat dari informasi yang dinilai ngambang dan tidak jelas, serta belum belum adanya
sosialisasi
tentang regulasi Pilkades dan lainnya."Kami perlu kejelasan dan agar secepatnya
ada langkah dan upaya
Pemkab (Pemerintah Kabupaten—red) Cianjur melalui BPMPD Kabupaten Cianjur. Misalnya ada
bimbingan teknis dan
pembinaan secara matang," katanya.
Mahram juga mengungkapkan bahwa penerimaan
pendaftaran para Bakal Calon Kepala Desa dalam
Pilkades sudah akan dimulai, dan Panitia akan disibukkan mulai tanggal 2 hingga 10 April
2016 mendatang, sementara sosialisasi
dan persiapan yang harus dilakukan masih tidak jelas."Katanya ada juga aturan bahwa honor panitia tak
boleh lebih dari Rp 500 ribu, atau selama masa kerja 3 hingga 6 bulan akan dibayar dengan ongkos
kegiatan, padahal idealnya dibayar dengan ongkos
bulanan. Jangan salah, Pilkades ini rentan
sekali, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat," jelas Mahram.
Di lain pihak, Ketua Badan
Permusyawaratan Desa (BPD) Ramasari, Kecamatan
Haurwangi, Kohar
Effendi, membenarkan
kekhawatiran rawannya kondisi Pilkades serentak nanti. Maka dari itu perlu
adanya kejelasan mengenai beberapa hal, baik itu soal anggaran, dan hal-hal lainnya, karena
dikhawatir saat
pelaksanaan nanti tidak sesuai
dengan harapan. Selama ini, menurutnya, tingkat kabupaten dalam tahapan ini baru melaksanakan
bimbingan teknik (bimtek) sebanyak satu kali. "Sedangkan ajuan anggaran ke Pemkab Cianjur
sekitar Rp5 ribu per hak suara, ditambah dengan tunjangan desa yang bersumber dari ADD (Alokasi
Dana Desa—red). Kami
berharap ada
kejelasan tentang hal ini sehingga tidak mengambang,"
pungkasnya. (mat)
Populer
-
Abdulatif BEBERAPA wilayah di Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi Pilkada serentak, tepatnya hari Rabu pada tanggal 27 Ju...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
SAMBUTAN: Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar berikan sambutan dalam workshop mamaos DKC di Taman Pancaniti Cianjur. FOTO : DENI ABDUL ...
-
SETELAH meraih peringkat ketiga di Piala Presiden 2017, Persib Bandung mulai merancang agenda lanjutan untuk mengisi kekosongan jelang tam...
-
Warga Cibiuk Tolak Pabrik CIRANJANG – Warga Kampung Andir RT01/09, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang , mengeluhkan proses pelaksana...
-
CIANJUR-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur membatasi dana kampanye masing-masing pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil b...
-
GEKBRONG – Dibalik jabatannya sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Muhammad Ahmad Jalal...
-
CIANJUR - Kepala Bidang Penyiapan Perumusan dan Kebijakan Reformasi Birokrasi Kementrian Aparatur Negara dan Reforasi Birokrasi (Menpan-R...


Tidak ada komentar: