Radar Cianjur »
Berita Utama
»
UN CBT Terbanyak Kedua di Jabar
UN CBT Terbanyak Kedua di Jabar
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 05 April 2016 |
Berita Utama
CIANJUR-Kabupaten Cianjur diketahui memiliki 6.562 peserta Ujian Nasional (UN)
berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) untuk tahun 2016 ini. Hal ini
mencatatkan jika Cianjur memiliki peserta CBT terbanyak kedua se Jawa Barat
setelah Kota Bogor yang mencapai 9.846 peserta.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten Cianjur, Akib Ibrahim. Pihaknya memaparkan, sebanyak 28 SMA/sederajat yang diseleksi dari 40 sekolah se Kabupaten Cianjur telah dinyatakan siap melaksanakan UN berbasis CBT. "Sebelumnya kita juga lakukan sosialisasi, ternyata responnya sangat bagus. Tapi tetap kita lakukan seleksi yang ketat untuk sekolah yang menyatakan kesiapan menyelenggarakan UN berbasis CBT, tidak bisa sembarangan," ujar Akib, kemarin.
Melalui selenggaraan UN CBT ini, Akib berharap, peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Cianjur dapat semakin ditingkatkan. Tak hanya itu, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pengajar yang ada di Cianjur juga akan semakin memahami pentingnya menguasai teknologi sebagai metode pengajaran yang inovatif.
Informasi yang dihimpun, 28 sekolah yang kini tengah menyelenggarakan UN berbasis CBT tersebut terdiri dari 15 SMK dan 13 SMA yang letaknya kebanyakan di pusat kota Cianjur dan kawasan Cianjur Utara."Untuk Cianjur Selatan masih kita upayakan, masih perlu beberapa persiapan. Tapi tidak menutup kemungkinan, kedepan, UN berbasis CBT ini dapat merambah hingga kesana guna peningkatan kualitas pendidikan di Cianjur," tutup Akib.
Sementara itu, UN hari pertama, Senin (4/4) kemarin, Wakil Bupati (Wabup) Cianjur, Suranto, tinjau langsung ke sekolah-sekolah yang UN berbasis CBT atau berbasis komputer (UNBK). Wabup meninjau langsung ke SMAN 1 dan SMAN 2 Cianjur. Ia berharap para siswa kelas XII dapat menyelesaikan soal UN dengan baik serta lancar.
Sebab ujian saat ini mengandalkan komputer yang akan berlangsung hingga 12 April 2016 mendatang."Hingga saat ini, SMA yang melaksanakan UNBK tidak ada masalah, yang saya khawatirkan masalah teknisnya, tetapi sampai saat ini tak ada kendala. Namun tadi katanya di Ciranjang ada satu ruangan yang servernya tidak jalan," ujarnya.
Menurutnya, pada saat ini belum semua sekolah di Kabupaten Cianjur memakai teknologi UNBK, dan baru baru 30 persen yang berbasi ujian online dan sisanya masih melaksanakan ujian biasa tertulis. "Harapnnya UNBK terlaksana di semua sekolah, namun masalahnya ini karena perangkatnya yang cukup mahal, komputer dan servernya harus ada," terangnya.
Suranto berharap, dengan teknologi UNBK ini, para siswa yang melaksanakan UNBK betul-betul percaya diri untuk bekerja sendiri. Sebab siswa tidak dapat mencontoh jawaban ke teman sebelahnya.
Kepala SMAN 1 Cianjur, Jarwoto mengatakan, bahwa semua siswa sekolahnya yang berjumlah 430 murid dapat mengikuti UNBK. "Ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia yang baru dimulai dari pukul 07.30 WIB untuk sesi yang pertama dan sesi yang ketiga nanti pukul 16.00 WIB," tuturnya.
Senada dikatakan Kepala SMAN 2 Cianjur, Agam Supriatna, jika jumlah siswa peserta UNBK di sekolahnya sebanyak 345 siswa. Diantaranya 163 siswa putra dan 182 siswi putri. Tiga ruang labotarium komputer yang digunakan untuk para siswa peserta ujian yang akan meneyelesaikan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia, kimia, matematika, biologi, fisika dan bahasa Inggris. "Jumlah pengawas saat ini dari guru lingkungan sekolah kita saja," ungkap Agam.(lan/cr2)
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten Cianjur, Akib Ibrahim. Pihaknya memaparkan, sebanyak 28 SMA/sederajat yang diseleksi dari 40 sekolah se Kabupaten Cianjur telah dinyatakan siap melaksanakan UN berbasis CBT. "Sebelumnya kita juga lakukan sosialisasi, ternyata responnya sangat bagus. Tapi tetap kita lakukan seleksi yang ketat untuk sekolah yang menyatakan kesiapan menyelenggarakan UN berbasis CBT, tidak bisa sembarangan," ujar Akib, kemarin.
Melalui selenggaraan UN CBT ini, Akib berharap, peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Cianjur dapat semakin ditingkatkan. Tak hanya itu, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pengajar yang ada di Cianjur juga akan semakin memahami pentingnya menguasai teknologi sebagai metode pengajaran yang inovatif.
Informasi yang dihimpun, 28 sekolah yang kini tengah menyelenggarakan UN berbasis CBT tersebut terdiri dari 15 SMK dan 13 SMA yang letaknya kebanyakan di pusat kota Cianjur dan kawasan Cianjur Utara."Untuk Cianjur Selatan masih kita upayakan, masih perlu beberapa persiapan. Tapi tidak menutup kemungkinan, kedepan, UN berbasis CBT ini dapat merambah hingga kesana guna peningkatan kualitas pendidikan di Cianjur," tutup Akib.
Sementara itu, UN hari pertama, Senin (4/4) kemarin, Wakil Bupati (Wabup) Cianjur, Suranto, tinjau langsung ke sekolah-sekolah yang UN berbasis CBT atau berbasis komputer (UNBK). Wabup meninjau langsung ke SMAN 1 dan SMAN 2 Cianjur. Ia berharap para siswa kelas XII dapat menyelesaikan soal UN dengan baik serta lancar.
Sebab ujian saat ini mengandalkan komputer yang akan berlangsung hingga 12 April 2016 mendatang."Hingga saat ini, SMA yang melaksanakan UNBK tidak ada masalah, yang saya khawatirkan masalah teknisnya, tetapi sampai saat ini tak ada kendala. Namun tadi katanya di Ciranjang ada satu ruangan yang servernya tidak jalan," ujarnya.
Menurutnya, pada saat ini belum semua sekolah di Kabupaten Cianjur memakai teknologi UNBK, dan baru baru 30 persen yang berbasi ujian online dan sisanya masih melaksanakan ujian biasa tertulis. "Harapnnya UNBK terlaksana di semua sekolah, namun masalahnya ini karena perangkatnya yang cukup mahal, komputer dan servernya harus ada," terangnya.
Suranto berharap, dengan teknologi UNBK ini, para siswa yang melaksanakan UNBK betul-betul percaya diri untuk bekerja sendiri. Sebab siswa tidak dapat mencontoh jawaban ke teman sebelahnya.
Kepala SMAN 1 Cianjur, Jarwoto mengatakan, bahwa semua siswa sekolahnya yang berjumlah 430 murid dapat mengikuti UNBK. "Ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia yang baru dimulai dari pukul 07.30 WIB untuk sesi yang pertama dan sesi yang ketiga nanti pukul 16.00 WIB," tuturnya.
Senada dikatakan Kepala SMAN 2 Cianjur, Agam Supriatna, jika jumlah siswa peserta UNBK di sekolahnya sebanyak 345 siswa. Diantaranya 163 siswa putra dan 182 siswi putri. Tiga ruang labotarium komputer yang digunakan untuk para siswa peserta ujian yang akan meneyelesaikan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia, kimia, matematika, biologi, fisika dan bahasa Inggris. "Jumlah pengawas saat ini dari guru lingkungan sekolah kita saja," ungkap Agam.(lan/cr2)
Populer
-
PELAYANAN persampahan kebersihan dipungut retribusi atas pelayanan pengelolaan di daerah. Retribusi dikenakan kepada kepala keluarga ata...
-
JOGJAKARTA-Eksistensi Gafatar di Jogjakarta yang diduga sebagai biang keladinya orang hilang akhir-akhir ini disinyalir sudah ber...
-
CIANJUR-Berbagai kegiatan masih terus dilakukan SMAN 1 Cianjur, dalam rangka SPECTA ke 11. Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, ...
-
JAKARTA - Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mendeklarasikan diri menolak turnamen-turnamen yang digelar. Mereka yang me...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...
-
WARU N GKONDANG – Jalan Desa Ciwalen di Kecamatan Warungkondang berada dalam kondisi nyaris putus , p asalnya gorong- gorong ya...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
CIANJUR– Rabu (20/4) kemarin, sedikitnya 55 peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkaitan dengan penyelenggaraa...


Tidak ada komentar: