SMK PGRI 1 Pariwisata Galau

FOTO: RISMA RUSTIKA SARI/RADAR CIANJUR
SETUJU TIDAK: SMK PGRI 1 Pariwisata bingung dengan keputuasan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai perombakan kurikulum SMK.


CIANJUR-Kesiswaan SMK PGRI 1 Pariwisata, Rifki Janwaritman menyatakan sikap setuju dan tidak setuju terkait rencana program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai perombakan kurikulum SMK yakni sebesar 70 persen praktek dan sebesar 30 persen teori.

Alasannya jika dilihat dari segi program pihaknya sangat setuju karena dinilai sangat bagus. Namun, jika dilihat dari segi pendukung, seperti fasilitas sarana dan prasarana pihaknya tidak setuju karena melihat masih kurang.

"Sebenarnya dengan adanya program itu bagus ya karena anak juga dapat belajar diluar dan melihat langsung ke lapangan mengenai kondisi ditempat tersebut,misalkan di perusahaan atau di kantor dinas lainnya," kata Rifki.

Tetapi, jika pemerintah pusat akan merealisasikan program tersebut harus berpikir ulang. Pasalnya, tidak semua sekolah kejuruan sanggup melaksanakan program tersebut.

"Disetiap sekolah jika melihat kondisi ekonomi keluarganya belum tentu mereka ekonomi menengah ke atas. Termasuk di sini (SMK PGRI 1 Pariwisata) karena secara tidak langsung jika hal itu akan diterapkan otomatis ini akan mengeluarkan biaya, misalkan buat ongkos tambahan anak tersebut. 

Mengingat bahwa yang namanya praktek secara tidak langsung siswa akan mengeluarkan uang," ujar Rifki.

Namun, dalam hal ini jika pemerintah pusat ingin tetap merealisasikan programnya tersebut harus siap menyediakan dana tambahan khusus untuk sumber pendukung bagi sekolah yang masih kekurangan sumber pendukungnya.

"Kalau misalkan pemerintah pusat mau siap menyediakan dana tambahan seperti itu tidak masalah kami pun siap untuk melaksanakan program tersebut," ungkap dia.(riz)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top