GMNI Ajak Jadi Pemilih Cerdas

CIANJUR-Jelang pemungutan suara untuk memilih bupati dan wakil bupati, Rabu (9/12) besok. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cianjur, Wida Widya meminta masyarakat Kabupaten Cianjur bisa menggunakan hak pilihnya secara cerdas.
Dia mengungkapkan, siapapun yang nantinya menjadi pilihan setiap masyarakat, harus didasari pertimbangan yang matang, dengan melihat pada visi dan misi setiap pasangan calon (paslon).
Terlebih lagi, Kabupaten Cianjur tengah didorong menjadi kota industri yang secara tidak langsung akan merasakan dampak diterapkannya kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mengarah kepada pasar bebas.
"Bukan hanya programnya pro rakyat, tapi carilah calon yang memiliki visi dan misi jelas tentang pembangunan lima tahun ke depan. Sehingga kebutuhan masyarakat akan terakomodir di dalamnya," ujar Wida.
Bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi menjadi hal yang menurutnya perlu di garis bawahi. Pasalnya, dengan anggran yang cukup besar di sektor pendidikan saat ini, dirasa belum maksimal dan masih tersentral di wilayah perkotaan. Untuk itu dia berharap, siapapun nantinya yang masyarakat pilih, bisa menjalankan program pendidikan yang dapat dirasakan hingga masyarakat di pelosok-pelosok desa.
"Masalah kesehatan juga harus jadi perhatian, sebab masih banyak masyarakat yang tidak merasakan manfaat dari alokasi anggaran kesehatan selama ini. Makanya masyarakat harus bisa memilah dan memilih secara bijak, sehingga ke depannya tidak ada lagi keluhan akibat berbelitnya administrasi, atau bahkan tidak dilayani saat mendatangi rumah sakit atau pusat layanan kesehatan lainnya," katanya.
"Infrastruktur penunjang ekonomi juga harus di siapkan secara matang, sehingga roda perekonomian tidak lagi hanya terpusat di kota. Kita sama-sama sadar, Cianjur bisa lebih maju jika perekonomian juga hidup di desa-desa sebagai penyangga kota," jelasnya lebih lanjut.
Untuk itu, Wida pun meminta komitmen seluruh pihak, untuk bisa menjaga persatuan dan kesatuan dalam momentum demokrasi kali ini. "Bukan hanya bagi calon dan pendukungnya, tapi seluruh pihak yang terlibat baik pemerintah, penyelenggara dalam hal ini KPU dan Panwas, Polri dan TNI selaku tim pengamanan, maupun masyarakat," tegasnya.
Menghadapi maraknya politik uang dalam setiap momentum pemilu, Wida meminta masyarakat untuk bersikap bijak. Agar jangan ada lagi suara yang menentukan nasib pembangunan daerah lima tahun ke depan, harus tergadaikan oleh amplop berisikan uang yang dibagikan oleh oknum-oknum tim sukses pasangan calon.
"Ini harus jadi perhatian bersama, jangan sampai ada lagi jual beli suara. Semua harus bekerja sama, semua harus memantau. Kita ciptakan budaya demokrasi yang jujur, untuk melahirkan pemimpin yang memiliki integritas, dan GMNI siap mengawal pilkada hingga tuntas," pungkasnya.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top