Radar Cianjur »
Nasional
»
Waspadai Ancaman Nyata Indonesia di Masa Depan
Waspadai Ancaman Nyata Indonesia di Masa Depan
Posted by Radar Cianjur on Senin, 15 Februari 2016 |
Nasional
BEKASI-Panglima
TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan banyak cara dilakukan negara asing
untuk menguasai kekayaan alam Indonesia. Salah satunya cara membuat Proxy War.
Menurut
Panglima TNI, saat ini sudah terasa adanya Proxy War dan kita harus waspadai
karena sudah menyusup ke sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Caranya
dengan menguasai media di Indonesia dengan menciptakan adu domba TNI-Polri,
rekayasa sosial, perubahan budaya, pemecah belah partai dan penyelundupan
narkoba sudah jauh-jauh hari dilakukan.
“Saat
ini, ancaman bangsa Indonesia adalah melalui Proxy War tersebut yaitu perang
melalui berbangsa dan bernegara, khususnya perang melalui berbagai kehidupan
berkeluarga,” tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Asisten Teritorial
Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman
saat menyampaikan ceramah tentang “Peran Da’i Dalam Mengatasi Ancaman dan
Pembangunan Bangsa Menuju Indonesia Emas” kepada 300 peserta Musyawarah
Nasional (Munas) ke-2 Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi), di Asrama Haji Bekasi,
Jawa Barat, Jumat (12/2).
Terkait
pergeseran peta konflik dunia pada masa depan, menurut Jenderal Gatot
Nurmantyo, diprediksi seiring dengan habisnya sumber energi fosil, konflik yang
terjadi berlatar belakang penguasaan energi fosil, maka konflik masa depan akan
bermotif penguasaan sumber pangan, air bersih dan energi hayati yang semuanya
berada satu lokasi yaitu di daerah ekuator. Dihadapkan pada kondisi geografis
Indonesia yang memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun dan kekayaan alamnya
maka Indonesia merupakan sumber energi, sumber pangan dan sumber air bersih
yang akan menjadi incaran kepentingan nasional negara-negara asing di masa
depan.
“Agar
Indonesia ke depan tidak memburuk karena kehabisan sumber energi hayati,
pangan, sumber air, maka harus adanya revolusi mental dengan menjalankan dan
mengamalkan Pancasila dari sila pertama sampai kelima dengan benar,
berdemokrasi sesuai dengan Pancasila maka kemakmuran dan keadilan akan bisa
terwujud di Indonesia,” ujar Jenderal Gatot Nurmantyo seperti dilansir dalam
siaran pers Pusat Penerangan TNI.
Panglima
TNI juga mengingatkan semua pihak agar harus memahami apa sebenarnya ancaman
bangsa Indonesia kedepan. Hal ini penting untuk memberikan warning bagi kita
semua, bahwa kedepan bangsa ini seperti apa.
“Yang
ditakuti oleh negara-negara lain itu bukan tentaranya tapi rakyatnya, karena
apabila rakyatnya bersatu maka akan menjadi kekuatan yang besar bagi suatu
negara,” katanya.
Menurut
Jenderal Gatot, Indonesia di masa depan menghadapi ancaman yang berat yaitu
membludaknya jumlah penduduk dunia dimana saat ini jumlah penduduk dunia sudah
mencapai 7 milliar jiwa. Dalam penelitian idealnya, bumi ini hanya mampu
menghidupi 3-4 milliar penduduk.(jpnn)
Populer
-
CIANJUR- Tim sepakbola katagori usia 10 tahun (U-10) peserta didik asuhan SSB Atep 7 Kabupaten Cianjur, menjuarai piala Rektor IPDN dan A...
-
JAKARTA-Ancaman terorisme yang kian nyata membuat pemerintah merasa perlu untuk memperkuat pasukan antiteror. Dana fantastis pun siap d...
-
Salurkan Bantuan ke Sindangbarang Peduli : Pengurus DPD NasDem Cianjur memberikan bantuan untuk korban bencana alam di Desa Girimu...
-
CIANJUR–Vonis Pengadilan Negeri Cianjur terhadap Wawan Suherlan (32) warga Kampung Gunung Putri RT/RW 05/08 Desa Sukatani, Kecamata...
-
CIANJUR -Sedikitnya empat orang terduga penyalahguna narkoba jenis shabu-shabu dan obat-obatan daftar jenis G diamankan Badan Narkotika ...
-
CIANJUR-SDN Langensari Cianjur, membiasakan siswanya dari kelas 1-6 membaca Asmaul Husna dalam, sebelum belajar dimulai. Kepala ...
-
Asmil Rudi Tiba-tiba saja masalah perilaku seks yang dianggap menyimpang dan bertentangan dengan ajaran agama, menjadi topik yang aktu...
-
CIANJUR-Seluruh anggota DPRD Cianjur hingga kini masih disibukan dengan serangkaian agenda penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)...

Tidak ada komentar: