Penjualan Orang Tinggi


 Mahasiswa Aksi di Hari Kartini


CIANJUR-Banyak cara yang bisa dilakukan dalam memaknai momentum Hari Kartini. Seperti yang dilakukan Pengurus Cabang Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (PC Kopri) Kabupaten Cianjur, Kamis (21/4).

Puluhan aktivis mahasiswa tersebut sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB berkumpul di Bundaran Mamaos, pusat kota Cianjur seraya menggelar sejumlah aksi dengan pengawalan ketat kepolisian.

Sambil meneriakan revolusi, sebagai bentuk kritik sosial, mereka memperagakan sebuah aksi teatrikal yang menggambarkan bahwa kondisi kaum perempuan Cianjur dewasa ini masih rentan menjadi korban praktek perdagangan manusia atau yang populer disebut Trafficking.

Dalam aksi teatrikal yang digelar, beberapa massa aksi berperan sebagai majikan asal timur tengah yang bengis, ada yang berperan sebagai seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) dengan luka lebam di sekujur tubuhnya. Bahkan, ada pula yang berperan sebagai lelaki hidung belang yang gemar memperjualbelikan kaum perempuan untuk dijadikan PSK.

“Seperti itulah kondisi Cianjur akibat pemerintahnya yang tidak bisa bekerja. Masih banyak kaum perempuan yang dijadikan TKW dan tidak mendapat perlakuan yang layak. Masih banyak kaum perempuan yang diperjualbelikan untuk dijadikan PSK,” beber Ketua PC Kopri Cianjur, Neng Umu Kulsum.

Ia juga memaparkan, Cianjur masih berada di urutan teratas ketiga se-Jawa Barat sebagai kota/kabupaten yang rentan praktek perdagangan manusia.

 Karenanya, menurut dia, melalui momentum Hari Kartini ini dapat dijadikan refleksi untuk pihak-pihak terkait untuk memberdayakan kaum perempuan Cianjur. "Katanya kota santri, tapi kok jadi gembong trafficking?," sindirnya.

Ia juga berharap sosok Kartini juga dapat dijadikan teladan bagi kaum perempuan Cianjur untuk terus berkarya, berkarir dan berprestasi layaknya kaum pria, namun tak serta merta menghilangkan tanggung jawabnya sebagai seorang wanita.

"Sebagai penutup aksi kali ini, kami juga membagikan bunga kepada sejumlah pengguna jalan, baik itu pejalan kaki, pengendara motor maupun pengendara mobil," tambahnya.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top