Laporan: HERLAND HERYADIE – MOCHAMAD SUYUDHI, Cianjur




Momentum perhelatan akbar Serah Terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Cianjur yang dilangsungkan pada Rabu (18/5) kemarin nampaknya menjadi magnet tersendiri buat seluruh kalangan masyarakat Cianjur. Nyatanya, hajatan pendopo tersebut bukan hanya milik mereka yang ingin menyaksikan proses peralihan kekuasaan, bukan hanya buat mereka yang bertugas, bukan hanya buat mereka yang ingin berwisata kuliner gratis, bukan pula buat mereka yang berseragam dan berdandan mentereng.
 
Hajatan kala itu juga merupakan lahan basah bagi mereka, para pemulung yang saat itu mengincar sisa-sisa sampah plastik, kardus, ataupun sisa sampah lainnya yang mereka anggap masih berharga untuk mereka jual kembali. Bisa dimaklumi, memang kondisi sekitaran komplek pendopo kala itu dipenuhi sampah.

Salah seorang pemulung, Asmadi (35) misalnya. Ia beserta rekan-rekan seprofesinya nampak menjaga sekarung sisa sampah plastik bekas minuman, serta setumpuk kardus bekas. Rekan Asmadi yang wanita dan malu untuk menyebutkan namanya bahkan berkeliling tanpa sedikitpun merasa gengsi.

“Mau bagaimana lagi, ini karena kebutuhan ekonomi. Acara bupati ini kesempatan yang sangat bagus untuk mengambil botol-botol bekas minuman. Hasilnya, ya saya jual untuk biaya makan dan kebutuhan keluarga,” aku Asmadi.

Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu pun saat diwawancarai turut mengamini bahwa hajatan saat itu memang merupakan hajatan masyarakat Cianjur, tanpa terkecuali. Menurutnya, masyarakat memang antusias dalam menyongsong momentum kali ini.

“Momen seperti ini kan adanya sesekali, tidak setiap hari, jadi akan sangat mengundang animo masyarakat tanpa terkecuali,” ungkap Kapolres.

Namun demikian, sambung Asmadi, seolah tak sedikitpun mempedulikan profesinya saat ini, ia berharap Bupati Cianjur kedepan dapat menjawab berbagai kebutuhan masyarakat miskin seperti dia dan keluarganya.

“Kita maunya sih minta keadilan dan ada perubahan untuk rakyat kecil kayak kita. Mungkin bisa jualan atau diberi pekerjaan dengan penghasilan yang layak. Minimal untuk makan sehari-hari,” harapnya.

Satu lagi pemulung yang enggan menyebut namanya bahkan menyampaikan hal yang cukup mencengangkan. Ia yang tidak memiliki tempat tinggal itu mengaku, sudah berlangganan tidur disekitaran komplek pendopo, tepatnya di emperan toko sepanjang Jalan Siliwangi dengan alas seadanya.

“Kita suka tidur dekat kantor Pemda, tepatnya di seberang toko Tiara dengan bahan seadanya. Kadang-kadang juga berpindah tempat,” kata pemulung yang masih berbadan tegap itu.

Sedikitnya enam orang pemulung yang berburu sampah di komplek pendopo tersebut dengan kompaknya mengaku ingin sekali merubah nasib mereka. Bahkan ada yang memulung sambil menarik becak.

“Tapi sekaramg narik becak kan sudah mulai sepi, makanya saya bersama istri saya jalanin kerjaan seperti ini,” timpal Asmadi. (**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top