Tengok Bapak Sakit, Motor Digondol Maling






CIANJUR- Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Cianjur kembali terjadi. Seperti yang dialami oleh Ahmad Sandi (27) yang harus merelakan kepergian motornya di Jalan Abdulah Bin Nuh, Cianjur, tepatnya samping kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Rabu (18/5) kemarin pukul 06.30 WIB.

Ia menjelaskan, motornya raib oleh dua orang tak dikenal tengah ia menghampiri kediaman bapaknya. "Saya parkir di tepi jalan, mau menengok bapak yang sedang sakit di rumah. Ketika setelah selesai itu dan mau ke arah motor, saya melihat dari kejauhan bahwa motor sedang dinyalakan oleh dua pencuri itu," ungkapnya.

Ia pun sempat mengejar motor jenis Yamaha Mio warna biru miliknya dengan nomor polisi F 6256 YW bersama ibu kandungnya, namun pelaku tersebut tak terkejar. "Setelah satu menit kurang saya sampai jalan, saya langsung memberhentikan mobil patroli Polres Cianjur dan meminta melapor kehilangan motornya, serta meminta untuk mengejar," ujar Ahmad.

Ia mencurahkan kekecewaaannya karena patroli yang diminta tolong tidak bisa membantu mengejar pelaku curanmor tersebut. "Kata petugas patroli yang di dalam mobil katanya saya disuruh melapor ke Polres aja langsung," tuturnya.

Saat kejadian pun, ada saksi mata yang melihat saat kendaraan milik Ahmad dicuri. Dan ia pun langsung membantu Ahmad untuk mengejar pelaku curanmor. Setelah lamanya, ia pun tak kunjung berhasil mengejar curanmor tersebut dan melapor ke Pihak Kepolisian Polres Cianjur.

Menurut saksi mata, Arifin mengatakan, memang tadi ada motor yang menghamipiri motor Ahmad. "Karena saya tidak terlalu curiga, jadi gak menyangka bahwa dua orang yang mengendarai motor tersebut baru membobol motor korban dengan cepat dengan sekian detik dan membawa lari motor tersebut," kata pria yang akrab dipanggil Ipin.

Menurutnya, adapun teman saya tadi yang mulai mengetahui kejadian tersebut. Sebab seorang ibu dan Ahmad berteriak dari kejauhan. "Saya pun tak menyangka bahwa teriakan itu untuk sang maling, saya kira ada apa seorang ibu lari yang sambil membawa parang," tutupnya.

Terkait respon atau reaksi yang dilakukan petugas patroli, Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, akan mencari tahu alasan tepat anggotanya mengarahkan korban ke Polres Cianjur. Pasalnya, beragam kemungkinan bisa timbul sehingga petugas tidak mengejar langsung.

“Kami tidak bisa langsung menghakimi petugas ini bersalah atau tidak, kami akan cari tahu dulu,” paparnya kepada Radar Cianjur. Menurutnya, tujuan petugas mengarahkan korban segera melapor agar pergerakan pelaku dapat dibatasi.

Komunikasi antar anggota di polsek dan di jalan terbilang mampu untuk menjaring gerak pelaku. “Anggota kita ada yang di jalan dan di polsek-polsek. Untuk itu perlu adanya laporan agar dapat segera ditindaklanjut,” tambah Kapolres. (cr2/lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top