Radar Cianjur »
Cipanas
»
Turis Timteng Rawan Bawa Virus Mers
Turis Timteng Rawan Bawa Virus Mers
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 28 Agustus 2015 |
Cipanas
PACET- Pemerintah Kecamatan Pacet waspadai keberadaan WNA asal Timur
Tengah. Menyusul meninggalnya sembilan orang di Timur Tengah akibat virus Mers.
Staf Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Cipanas Jaelani mengatakan,
kehadiran WNA asal Timur Tengah semakin menjamur di wilayah Kecamatan Pacet.
Keberadaan mereka harus diwaspadai. Apalagi di Timur Tengah sudah ada sembilan
orang meninggal akibat virus mers.
"Jangan sampai lengah. Seharusnya pemerintah melakukan antisipasi
terhadap mereka. Jangan sampai mereka masuk ke Indonesia dengan membawa
penyakit," katanya.
Diakuinya, pihaknya sangat menyayangkan hingga saat ini tidak pernah
ada pemeriksaan kesehatan kepada para WNA. Sehingga mereka dengan bebasnya
masuk ke wilayah Pacet dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Selain dari sisi kesehatan. Mereka (Para WNA) harus diperiksa tentang
legalitasnya selama berwisata di Cipanas, karena selama ini tidak ada
pemeriksaan sama sekali dari pihak imigrasi,“ ujarnya.
Menurutnya, Polres Cianjur bersama sejumlah pihak seperti pengelola Kota Bunga, masyarakat sekitar, broker, dan lainnya, saat ini tengah membahas mengenai berbagai persoalan terkait dengan keberadaan WNA asal timur Tengah.
Menurutnya, Polres Cianjur bersama sejumlah pihak seperti pengelola Kota Bunga, masyarakat sekitar, broker, dan lainnya, saat ini tengah membahas mengenai berbagai persoalan terkait dengan keberadaan WNA asal timur Tengah.
“Kehadiran turis asal Timteng ini memang kerap menimbulkan
permasalahan. Pasalnya kehadiran mereka telah mengundang mucikari membawa PSK.
Kepala Desa Sukanagalih Dudung Jaenudin menjelaskan, sekitar 100 turis
asal Timur Tengah selalu mendatangi desa-nya setiap bulan. Bahkan pada bulan
tertentu, turis asal Timur Tengah yang datang ke Desa Sukanagalih bisa lebih
dari 100 orang.
"Kami resah karena setiap minggu orang-nya bergantian,” ujarnya.
Dudung mengaku, tidak memiliki data pasti tentang jumlah turis yang
datang ke Desa Sukanagalih. Para turis ini kebanyakan tinggal di komplek villa
yang ada di wilayah Desa Sukanagalih.
"Kami juga tidak tahu kegiatan mereka di sana. Apalagi mereka
keluar-masuk sehingga sulit untuk dipantau. Apakah mereka sehat atau
tidak," akunya.(fhn)
Populer
-
Abdulatif BEBERAPA wilayah di Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi Pilkada serentak, tepatnya hari Rabu pada tanggal 27 Ju...
-
SAMBUTAN: Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar berikan sambutan dalam workshop mamaos DKC di Taman Pancaniti Cianjur. FOTO : DENI ABDUL ...
-
SETELAH meraih peringkat ketiga di Piala Presiden 2017, Persib Bandung mulai merancang agenda lanjutan untuk mengisi kekosongan jelang tam...
-
Warga Cibiuk Tolak Pabrik CIRANJANG – Warga Kampung Andir RT01/09, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang , mengeluhkan proses pelaksana...
-
CIANJUR-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur membatasi dana kampanye masing-masing pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil b...
-
GEKBRONG – Dibalik jabatannya sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Muhammad Ahmad Jalal...
-
CIANJUR - Kepala Bidang Penyiapan Perumusan dan Kebijakan Reformasi Birokrasi Kementrian Aparatur Negara dan Reforasi Birokrasi (Menpan-R...
-
JAKARTA-Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung Nurhadi batal diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (31/3). Seharusnya, ia diperiksa...

Tidak ada komentar: