Wisatawan Sepi, Alih jadi Buruh Tani


Sejumlah masyarakat yang tinggal di Kampung Padarincang Kuda, Desa Palasari, Kecamatam Cipanas, lebih memilih menjadi penunggang kuda. Diantara mereka bahkan sudah turun temurun menjalani profesi penunggang kuda untuk kemudian disewakan kepada para wisatawan.
Kawasan Cipanas tersohor sebagai daerah tujuan wisata sejak belasan bahkan puluhan tahun lalu. Kondisi ini tentu saja merupakan sebuah potensi untuk menggali keuntungan dengan menjajakan berbagai barang dan jasa untuk dijual kepada para wisatawan.
Salah satunya yakni potensi menjajakan jasa menyewakan kuda atau dengan istilah lain menunggang kuda milik warga Cipanas, sepeti yang dilakukan sejumlah warga Kampung Padarincang Kuda.
Bahkan saking banyaknya warga yang memiliki hewan yang satu ini, sejumlah warga di Kampung Padarincang Kuda memilih menjadi seorang peternak kuda. Tak hanya pria dewasa, sejumlah anak-anak pun banyak yang berprofesi menjadi penunggang kuda, mereka dengan lihainya menjadi pemandu wisata seraya mengendalikan kuda."Sudah turun temurun saya menjadi penunggang kuda, kalau orang asli sini (Kampung Padarincang) sedikit sekali yang naik. Makanya kami mengandalkan wisatawan," terang Husein (49).
Menurutnya, jika wisatawan sedang sepi, sejumlah penunggang kuda  lebih memilih menjadi buruh tani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari."Kalau saya biasanya beroperasi hari Sabtu atau Minggu, karena akhir pekan banyak wisatawan yang berlibur di wilayah Cipanas-Puncak," tuturnya.
Memang tidak sembarang orang bisa menjadi penunggang kuda. Butuh keahlian dan juga kesabaran yang lebih untuk bisa mengendalikan kuda. "Kuda juga harus sehat dan terawat agar jauh dari berbagai penyakit, makanya tak mudah mengurus kuda," ungkap Husein.(*)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top