9.437 Personil Siap Amankan Pilkada

CIANJUR - Ribuan personil dari Kepolisian Resort (Polres) Cianjur, Komando Distrik Militer (Kodim) 0608 Cianjur, Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 105/Tarik, Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 300, Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom), Brigade Mobil (Brimob), ditambah personil dari Satuan Kepolisian Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Perlindungan Masyarakat (Linmas), serta berbagai instansi lainnya, siap mengamankan gelaran pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang akan dihelat pada 9 Desember 2015 mendatang.
Jumlah seluruh personil gabungan yang siap siaga untuk mengamankan gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cianjur 2015 mencapai 9.437 personil. Hal itu diungkapkan Kepala Polres (Kapolres) Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu, usai melakukan apel gelar pasukan Operasi Mantap Praja 2015 dalam rangka pengamanan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur.
Meski pihaknya telah menyiapkan ribuan personil, Kapolres menjelaskan, bukan berarti bahwa kondisi keamanan Cianjur terancam. Menurutnya, hingga saat ini, potensi konflik pasca penetapan pasangan calon dan memasuki masa kampanye, dinilainya tergolong masih cukup aman dan terkendali.
"Kami tegaskan disini bahwa kami akan selalu waspada. Masing-masing pasangan memang  mempunyai basis massa yang besar. Tapi, gesekan sekecil apapun akan tetap kami antisipasi," jelas Kapolres, usai apel gelar pasukan di halaman Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Rabu (26/8) pagi.
Sejak awal, lanjut Kapolres, pihaknya sudah mencoba untuk mengenal dan dikenal oleh masing-masing pasangan calon serta para pendukungnya masing-maing. Dengan begitu, jika pasangan-pasangan calon itu maupun pendukungnya menemukan kejanggalan selama gelaran Pilkada, bisa langsung melaporkannya ke pihak berwajib, entah itu polisi, Panitia Pengawas (Panwas), atau pihak kejaksaan yang tergabung dalam Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu).
"Sebaiknya, kalau memang menemukan dan mendapati, seperti kampanye hitam, kecurangan dan lain-lain, segera laporkan kepada kami. Biar kami yang bertindak. Jangan bertindak sendiri," tegas dia. 
Perwira Polri yang pernah berdinas sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjelaskan, hingga kemarin, pihaknya belum mendapati sinyalemen-sinyalmen negatif yang dapat mengganggu jalannya pilkada. Kendati demikian, sedini mungkin Kapolres mengimbau, simpatisan masing-masing calon untuk senantiasa tertib jika beramai-ramai melintas ke jalan raya dan menghindari gesekan.
"Simpatisan tetap harus tertib. Ke jalan ya pakai helm, bawa surat-surat kendaraan lengkap, dilarang membawa senjata tajam dan hal-hal yang melanggar undang-undang lainnya," terang dia. 
Kapolres menyebut, adalah hal yang wajar jika massa yang banyak akan dengan mudah memicu keributan besar jika tidak dilakukan dengan tertib. Karenanya, himbauan bukan hanya terkait ketertiban pribadi seperti kelengkapan surat-surat kendaraan saat melakukan konvoi kampanye, namun juga imbauan untuk meminta pengawalan kepada polisi. 
"Kalau ada pihak pengaman, setidaknya gangguan dapat diminimalisir. Yang berhak menggunakan jalan khan bukan hanya pelaku konvoi, tapi orang lain yang bukan konvoi pun berhak. Konvoi mungkin bikin macet. Ya, sama-sama kami layani dengan tertibnya arus lalulintas." Pungkas Kapolres. (ruh)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top