Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Dua Pelajar Bikin Onar di Terminal
Dua Pelajar Bikin Onar di Terminal
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 01 September 2015 |
Berita Utama
CIANJUR-Entah apa yang ada di benak FZ (17) dan AG (17). Jelang adzan magrib bukannya bersiap pergi beribadah ke masjid, mereka justru berbuat onar di Terminal Pasir Hayam Cianjur, hanya karena merasa tersinggung lantaran HR (16) dituding meludahi AG.
Kedua pelajar kelas XI SMK AMS Cianjur tersebut mendadak beringas di Terminal Pasir Hayam sambil membawa motor bernopol F 3545 YE lalu kemudian mengacungkan sebilah samurai, mengincar HR.
Sontak, masyarakat yang berada di sekitar mengamankan kedua remaja tanggung tersebut, hingga kemudian petugas kepolisian yang tengah berjaga tak jauh dari dua pelajar mengamankan lokasi. FZ berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Cilaku, sementara rekannya AG berhasil kabur dari kejaran warga dan petugas kepolisian.
"Itu anak-anak sekolah tidak ada sopan santunnya sama orang tua. Belajar apa mereka di sekolah? Mau ditenangkan malah keras kepala dan melawan. Untung saat itu ada yang langsung melerai sampai ada polisi yang langsung mengamankan," ujar pria paruh baya yang enggan disebutkan namanya.
Pelajar yang berhasil diamankan, FZ berkilah tidak begitu mengetahui asal mula keributan tersebut. "Saya saat itu sedang nongkrong setelah selesai Praktek Kerja Lapangan (PKL), lalu AG meminta saya mengantarnya ke terminal memakai motor saya. Dia bilang ada yang meludahinya di terminal," kilah FZ yang ditemui di Polsek Cilaku, kemarin (31/8) dengan mata yang terlihat memerah.
Masih kata FZ. Dirinya juga mengaku tidak tahu menahu bahwa ternyata AG sudah mempersiapkan sebilah samurai. "Saya tidak tahu kalau ternyata AG membawa samurai. Dia menyembunyikan samurai itu, dibungkus dengan jaket. Pas turun dari motor, AG langsung mengacungkan samurai. Lalu saya lihat banyak orang yang histeris lalu melerainya. Sesudah itu dia kabur," imbuhnya.
Di lain pihak, Erna, ibu HR yang juga ditemui di Polsek Cilaku menuturkan, putranya HR sering membantu orangtuanya berjualan di terminal dan tidak mungkin melakukan hal-hal yang ditudingkan oleh FZ dan AG. "Orang-orang yang biasa di terminal semuanya sudah mengenal anak saya. Sepulang sekolah dia ke kios membantu saya jualan. Akibat peristiwa tersebut, saya dan anak saya jadi merasa risih. Saya khawatir mereka melakukan hal serupa, di kemudian hari," tutur Erna.
Sementara itu, Kapolsek Cilaku, Kompol Suryo Wirawan menjelaskan, pihaknya hingga kini masih memproses persoalan tersebut. "Memang mereka melanggar hukum atas kepemilikan senjata tajam yang bukan peruntukannya. Namun, karena belum jatuh korban, dan para pelaku masih dibawah umur, kami akan menghubungi orang tua ataupun kerabat dan pihak sekolah kedua pelajar tersebut untuk dibina. Tentunya dengan menandatangani surat persetujuan bahwa mereka tidak lagi mengulangi perbuatannya di masa mendatang," jelas Suryo.
Suryo juga mengungkapkan, pihaknya setiap pagi secara rutin menggelar razia anak-anak sekolah yang masih keluyuran di jam-jam sekolah. "Kami rutin melakukan patroli dan controlling sebagai langkah antisipasi. Kalau para pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam, sering kami temui. Karena itu kami rutin menggelar razia untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat," tutup Suryo.(cr2)
Kedua pelajar kelas XI SMK AMS Cianjur tersebut mendadak beringas di Terminal Pasir Hayam sambil membawa motor bernopol F 3545 YE lalu kemudian mengacungkan sebilah samurai, mengincar HR.
Sontak, masyarakat yang berada di sekitar mengamankan kedua remaja tanggung tersebut, hingga kemudian petugas kepolisian yang tengah berjaga tak jauh dari dua pelajar mengamankan lokasi. FZ berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Cilaku, sementara rekannya AG berhasil kabur dari kejaran warga dan petugas kepolisian.
"Itu anak-anak sekolah tidak ada sopan santunnya sama orang tua. Belajar apa mereka di sekolah? Mau ditenangkan malah keras kepala dan melawan. Untung saat itu ada yang langsung melerai sampai ada polisi yang langsung mengamankan," ujar pria paruh baya yang enggan disebutkan namanya.
Pelajar yang berhasil diamankan, FZ berkilah tidak begitu mengetahui asal mula keributan tersebut. "Saya saat itu sedang nongkrong setelah selesai Praktek Kerja Lapangan (PKL), lalu AG meminta saya mengantarnya ke terminal memakai motor saya. Dia bilang ada yang meludahinya di terminal," kilah FZ yang ditemui di Polsek Cilaku, kemarin (31/8) dengan mata yang terlihat memerah.
Masih kata FZ. Dirinya juga mengaku tidak tahu menahu bahwa ternyata AG sudah mempersiapkan sebilah samurai. "Saya tidak tahu kalau ternyata AG membawa samurai. Dia menyembunyikan samurai itu, dibungkus dengan jaket. Pas turun dari motor, AG langsung mengacungkan samurai. Lalu saya lihat banyak orang yang histeris lalu melerainya. Sesudah itu dia kabur," imbuhnya.
Di lain pihak, Erna, ibu HR yang juga ditemui di Polsek Cilaku menuturkan, putranya HR sering membantu orangtuanya berjualan di terminal dan tidak mungkin melakukan hal-hal yang ditudingkan oleh FZ dan AG. "Orang-orang yang biasa di terminal semuanya sudah mengenal anak saya. Sepulang sekolah dia ke kios membantu saya jualan. Akibat peristiwa tersebut, saya dan anak saya jadi merasa risih. Saya khawatir mereka melakukan hal serupa, di kemudian hari," tutur Erna.
Sementara itu, Kapolsek Cilaku, Kompol Suryo Wirawan menjelaskan, pihaknya hingga kini masih memproses persoalan tersebut. "Memang mereka melanggar hukum atas kepemilikan senjata tajam yang bukan peruntukannya. Namun, karena belum jatuh korban, dan para pelaku masih dibawah umur, kami akan menghubungi orang tua ataupun kerabat dan pihak sekolah kedua pelajar tersebut untuk dibina. Tentunya dengan menandatangani surat persetujuan bahwa mereka tidak lagi mengulangi perbuatannya di masa mendatang," jelas Suryo.
Suryo juga mengungkapkan, pihaknya setiap pagi secara rutin menggelar razia anak-anak sekolah yang masih keluyuran di jam-jam sekolah. "Kami rutin melakukan patroli dan controlling sebagai langkah antisipasi. Kalau para pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam, sering kami temui. Karena itu kami rutin menggelar razia untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat," tutup Suryo.(cr2)
Populer
-
Abdulatif BEBERAPA wilayah di Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi Pilkada serentak, tepatnya hari Rabu pada tanggal 27 Ju...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
SAMBUTAN: Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar berikan sambutan dalam workshop mamaos DKC di Taman Pancaniti Cianjur. FOTO : DENI ABDUL ...
-
SETELAH meraih peringkat ketiga di Piala Presiden 2017, Persib Bandung mulai merancang agenda lanjutan untuk mengisi kekosongan jelang tam...
-
PELAYANAN persampahan kebersihan dipungut retribusi atas pelayanan pengelolaan di daerah. Retribusi dikenakan kepada kepala keluarga ata...
-
Warga Cibiuk Tolak Pabrik CIRANJANG – Warga Kampung Andir RT01/09, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang , mengeluhkan proses pelaksana...
-
CIANJUR-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur membatasi dana kampanye masing-masing pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil b...
-
GEKBRONG – Dibalik jabatannya sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Muhammad Ahmad Jalal...


Tidak ada komentar: