Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Gerakan 'Ayo Kerja' Hanya Isapan Jempol
Gerakan 'Ayo Kerja' Hanya Isapan Jempol
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 27 Agustus 2015 |
Metro Cianjur
![]() |
| ilustrasi |
CIANJUR–Masih hangat dibicarakan mengenai Gerakan Nasional
'Ayo kerja' dalam rangka 70 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia melalui
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) beberapa waktu yang lalu.
Tentunya mau tidak mau seluruh elemen masyarakat perlu menyambut baik gerakan
'Revolusi Mental' tersebut.
Tak terkecuali bagi para aparatur negara, khususnya
pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Cianjur yang sudah
menerima imbauan tersebut wajib mendukung dan menjalankan gerakan tersebut
dengan baik.
Namun, apa yang terjadi ketika para aparatur negara
atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut malah justru mengendurkan kualitas
kinerjanya dalam melayani masyarakat?
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Dede Badri menilai, pihaknya
perlu meninjau lebih lanjut terkait temuan-temuan para PNS yang tidak melayani
masyarakat dengan baik, contohnya para PNS yang sudah pulang di luar jam kerja
mereka.
“Kalau memang ada temuan para PNS yang tidak
disiplin, maka harus ditertibkan. Tapi memang perlu tinjauan lebih lanjut
mengenai hal tersebut. Biasanya ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan
kualitas kinerja tersebut,” ungkap Dede kepada Radar Cianjur, kemarin (26/8).
Pihaknya juga berencana untuk berkoordinasi dengan
Badan Pelatihan dan Pendidikan Kepegawaian Daerah (BP2KD) Kabupaten Cianjur
untuk menindaklanjuti hal tersebut serta menetapkan langkah-langkah
selanjutnya.
“Tentunya kita antara eksekutif dan legislatif harus bersinergi, bekerja
bersama-sama demi kemaslahatan masyarakat. Kalau aparaturnya tidak bekerja
optimal, pelayanan kepada masyarakat pun tidak akan berjalan secara optimal,”
imbuh Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Masih kata Dede, pihaknya berharap agar para
eksekutif selaku aparatur negara dapat lebih bertanggung jawab dalam melayani
masyarakat sesuai dengan Undang-undang.
“Apabila terdapat temuan, masyarakat bisa
mengaspirasikannya kepada kami, anggota DPRD Kabupaten Cianjur. Masyarakat
punya hak untuk menyampaikan aspirasi dan kami akan menjembatani aspirasi
tersebut sesuai dengan tupoksi,” tegasnya. (cr2)
Populer
-
Abdulatif BEBERAPA wilayah di Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi Pilkada serentak, tepatnya hari Rabu pada tanggal 27 Ju...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
SAMBUTAN: Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar berikan sambutan dalam workshop mamaos DKC di Taman Pancaniti Cianjur. FOTO : DENI ABDUL ...
-
SETELAH meraih peringkat ketiga di Piala Presiden 2017, Persib Bandung mulai merancang agenda lanjutan untuk mengisi kekosongan jelang tam...
-
Warga Cibiuk Tolak Pabrik CIRANJANG – Warga Kampung Andir RT01/09, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang , mengeluhkan proses pelaksana...
-
CIANJUR-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur membatasi dana kampanye masing-masing pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil b...
-
GEKBRONG – Dibalik jabatannya sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Muhammad Ahmad Jalal...
-
CIANJUR - Kepala Bidang Penyiapan Perumusan dan Kebijakan Reformasi Birokrasi Kementrian Aparatur Negara dan Reforasi Birokrasi (Menpan-R...


Tidak ada komentar: